Tentang Kami

Mengapa Peduli Pendidikan Anak Maluku ??

Peduli Pendidikan Anak Maluku tak berpretensi menyelesaikan seluruh persoalan pendidikan di Maluku. Namun, kami meyakini bahwa kehadiran Generasi Muda terbaik Maluku sebagai Guru dan Pendamping akan ikut mendorong peningkatan kualitas pendidikan kita. Melalui Peduli Pendidikan Anak Maluku, para Generasi Muda Maluku memiliki kesempatan mengembangkan pemahaman akan Nilai, Sejarah dan Budaya Maluku yang sudah mulai terkikis. Diharapkan dengan pengenalan dan pemahaman NILAI dapat mendorong mereka untuk menjawab persoalan-persoalan kompleks pasca terjadinya konflik di MALUKU. Selain itu, proses yang akan dijalani diharapkan menjadi tahapan pendewasaan diri dan latihan kepemimpinan yang alami untuk mempersiapkan Generasi yang siap Menjadi pemimpin Bangsa.

Peduli Pendidikan Anak Maluku mendorong para guru tersebut (disebut Malessy ) untuk menjadi agen of change yang berkomitmen penuh untuk mengajar masyarakat Maluku dan sekaligus belajar dari Maluku. Tantangan, hambatan dan segala pengalaman akan membentuk karakter kepemimpinan para guru/malessy sekaligus merajut persatuan dalam semangat SIWALIMA untuk mewujudkan tatanan MALUKU yang lebih kokoh dalam ikatan PELA-GANDONG. Pengalaman yang mereka dapati akan menjadi NILAI seumur hidup bagi mereka. Sementara itu, NILAI yang mereka tanamkan bagi masyarakat akan menjadi memori seumur hidup bagi anak-anak dan masyarakat MALUKU dan masa depan MALUKU.

“PPAM berakar pada NILAI : Pendidikan, Persaudaraan dan Pemimpin “

Nilai pendidikan, kesenjangan dalam dunia pendidikan di Maluku menginspirasi program ini. Kesetaraan akses pendidikan, hingga kini belum bisa kita wujudkan secara sempurna. Ada sebagian besar anak-anak Maluku yang belum mendapatkan akses pendidikan dengan layak, mereka belum terangkat kehidupan ekonomi dan sosialnya. Melalui pendidikan yang mereka raih, mereka dapat membawa Maluku mencapai masa depan yang lebih baik.

PPAM menyadari pendidikan adalah satu NILAI bangsa yang bukan semata tugas pemerintah. Daripada aktif memprotes dan mencela pemerintah, kami memilih bertindak dari apa yang kami bisa, meski hanya bagian kecil yang mampu kami kerjakan. PPAM terdorong berbuat sesuatu dari apa yang kami bisa dan kami miliki demi kemajuan pendidikan di Tanah Leluhur Maluku.

Nilai persaudaraan –PELA-GANDONG-, warisan budaya yang merupakan jati diri Maluku. Pela-Gandong merupakan salah satu Nilai Maluku yang menggerakan setiap masyarakat untuk maju bersama dalam dinamika perbedaan untuk mencapai tujuan bersama. PPAM menyadari pentingnya penanaman NILAI persaudaraan ini, dengan semangat persaudaraan kami menyikpai pergumulan pendidikan menjadi masalah bersama yang akan mendorong setiap masyarakat untuk berkontribusi positif dari apa yang mereka miliki untuk memajukan Pendidikan Maluku.

Pendidikan yang dibangun dalam Tatanan Nilai Persaudaraan akan sangat Berpengaruh besar dalam membentuk Pemimpin Maluku yang tangguh. Pemimpin yang tangguh adalah pemimpin yang menghargai Budaya dan Sejarah , Pemimpin yang menghargai Pebedaan, dan pemimpin yang selalu berorientasi pada Kepentingan dan Kemajuan bersama.

“Anak-anak MALUKU Berkualitas Dunia dengan pemahaman NILAI yang berakar pada Nilai Budaya maluku dan PANCASILA”

The Spice islands atau Maluku, begitulah dunia mengenalnya. Maluku sudah terkenal sebagai daerah yang kaya dan berkelas di mata dunia Internasional sejak 400 tahun lalu karena keharuman rempah-rempahnya, saat ini pun kekayaan lautnya sangat besar menjadi incaran negara-negara di dunia.  Fakta sejarah yang sampai sekarang masih menjadi indetitas Maluku menjadi dorongan utama agar generasi muda Maluku bersaing di tingkat dunia. Dengan pemahaman Nilai yang berakar pada budaya Maluku dan Pancasila, Maluku mampu berjuang dan melayani bagi kepentingan Maluku dan Indonesia, sehingga Pencapaian Kemajuan dan Kemakmuran Maluku akan terpenuhi.

Karena itu, PPAM hadir untuk berperan bersama pemerintah dalam membentuk dan membawa para calon pemimpin bangsa yang inovatif, kreatif dan berintegritas untuk siap masuk dalam kompetensi kelas dunia. Dengan demikian, tatanan budaya baru akan tercipta di Bumi Maluku dan Indonesia dimana para calon pemimpin ini akan menjadi pemimpin masa depan yang tetap tertancap pada Nilai Budaya Maluku dan Pancasila.

PPAM yakin bahwa ” 2 jam Mengajar, mengispirasi Terbentuknya MALUKU BARU”

PPAM menggerakan para Malessy (guru-guru) untuk bisa berkarya dimanapun dia berada. Kehadiran mereka adalah untuk mengajar, mendidik, menginspirasi dan menjadi jembatan bagi anak-anak dan juga masyarakat dengan sumber ilmu pengetahuan.

Begitu juga sebaliknya, para Malessy akan meninggalkan ilmu, inspirasi dan kenangan di setiap tempat mereka berkarya. Dengan 2 jam yang mereka berikan diharapkan mampu meninggalkan sejarah dimana setiap anak-anak mampu mencapai prestasi di tempat mereka tinggal, di Sekolah, di Universitas, Bahkan di dunia kerja kelak. PPAM yakin bahwa semua itu adalah proses untuk membangun budaya persatuan kebangsaan, sehingga cita-cita yang kita miliki bersama sebagai anak Maluku maupun anak Indonesia akan tercapai.