Program Heka Leka

SC   –   Study Course

Study Course – SC , merupakan sebuah bentuk program dasar dan utama dari pergerakan PPAM ini. Bentuk konkrit dari SC adalah dengan membangun Kelompok-kelompok belajar yang kesemuaannya itu bertumbuh dan dibangun atas dasar kesadaran dari para malessy/guru.  Tujuan dari SC adalah bagaimana komunikasi efektif bisa dibangun antara anak-anak dengan para pengajar, sehigga proses transfer informasi dan ilmu pengetahuan dapat dijalankan.  Transfer informasi dalam komunikasi efektif yang dibangun mengarah pada dua esensi utama dalam pengembangan kapasitas anak. Intelektualitas merupakan salah satu komponen utama, yang dimana dalam proses belajar mengajar di program SC para pengajar akan mendamping anak untuk membantu memperkuat pemahaman anak terhadap pelajaran yang sudah diterima disekolah dan juga memberikan pemahaman baru yang tidak diberikan disekolah sehingga akan memperkaya intelektualitas mereka. Selain esensi intelektualitas, pembentukan karakter merupakan tujuan utama lainnya. Proses yang di lalui di SC akang mengarahkan anak dibentuk menjadi pribadi yang berkarakter tangguh dan memiliki jiwa kepemimpinan yang semuanya itu berakar pada nilai agama yang berketuhanan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta selaras dengan nilai-nilai budaya Maluku dan Pancasila. Bentuk aktif dari program SC terdiri dari dua hari yang diisi oleh kegiatan belajar mengajar guna memperkuat intelektualitas dalam memperkaya pemahaman mereka yang sudah diberikan di sekolah. Satu hari lainnya akan dipakai SC untuk berproses dengan lingkungan, dimana mereka diajarkan untuk hidup serasi dan damai dengan lingkungan, sehingga kelak ketika mereka menjadi generasi muda Maluku yang berkualitas alam masih lestari untuk mereka pijaki dan bumi Maluku masih aman dan nyaman untuk mereka bangun menuju masa depan yang cemerlang.

SC akan di kelola dan diajarkan oleh para Malessy /Guru yang sudah berkomitmen memberikan 2 jam mereka untu berproses dan berbagi disana. Proses dan kekonsistenan untuk tetap saling memberi dan menerima akan menjadi ujian terbesar untuk keberlangsungan SC ini. Dengan semangat dan kepedulian bersama kepada pendidikan di Maluku dengan Visi Misi bersama yang dimaknai, sungguh diharapkan SC ini akan memberi makna dan perubahan besar ditengah-tengah masyarakat dan pendidikan di Maluku.

GTS  – Goes To School

Goes To School – GTS , sebuah program pendampingan terhadap institusi pendidikan dalam hal ini adalah sekolah-sekolah mulai dari tingkat dasar sampai SMU yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Berbicara kualitas pendidikan tidak terlepas dari kualitas 3 komponen utama di sekolah. Mulai dari para mudir, para guru, dan sarana prasarana. Dari ke 3 komponen utama diatas, PPAM hadir untuk memberikan harapan tambahan dalam memperkuat kualitas guru dan murid. Program yang akan kami tawarkan ke sekolah seperti #ICTgoesToSchool, #PSYgoesToSChool, #DKVgoesToSchool, dll diharapan akan memperkaya dan meningatkan kualitas guru dan murid sehigga kerinduan akan peningkatan kualitas pendidikan di institusi sekolah akan tercapai dan sekolah akan melahirkan lulusan-lusan terbaik yang adalah pemimpin masa dean Maluku yang siap untuk membawa Maluku dan Indonesia Menuju masa depan yang cemerlang. GTS juga akan menyediakan program Geust Speaker yang dimana tokoh-tokoh pendidikan yang berkualitas akan di undang untuk memberikan seminar-seminar atau pelatihan di sekolah-sekolah sehingga pemahaman-pamahaman baru akan paradigam pendidikan dapat dimiliki dan dipahami.

MT – Mission Trip

Mission Trip – MT ,  Wujud kepedulian pendidikan yang difokuskan kepada daerah-daerah yang berada di pulau-pulau dan lokasi-lokasi yang jauh dari daerah pusat – kota ambon. Daerah yang akan dituju adalah daerah-daerah yang sekolah-sekolahya masih dalam proses pengembangan dengan keadaan-keadaan seperti, terbatas sarana prasarana, kurangnya jumlah tenaga pengajar, kurangnya akses informasi dan masalah lainnya.  Program Mission Trip diharapkan dapat membantu membuka buntunya akses informasi kepada sekolah-sekolah dan masyarakat disana. Kurangnya akses informasi ini bisa diakibatkan karana sarana infrakstruktur teknologi informasi yang masih terbatas, rendahnya kepedulian pemerintah daerah, dan program-program pemerintah yang belum menjawab kebutuhan pengembangan pendidikan di daerah-daerah tersebut. Dan program ini diharapkan dapat membantu pemerintah daerah dalam mempercepat proses peningkatan mutu pendidikan di seluruh daerah yang berada di se-antero Provinsi Maluku.